Hard to Believe, but I Love This Way

Sabtu, 29 Juni 2013
Tanggal 21 Juni, kita putus. Dan itu aku yang salah. Sangat salah. Aku bahkan nggak berhak buat ngebela diri sendiri. I'm really stupid. 

Antara 22 - 25 Juni, aku ma dia masih komunikasi meski gk sehat. Dia terus mojokin aku, maki-maki ke aku. Dia keliatan benci banget ke aku. Aku terima itu semua, karena aku tahu aku yang salah. Tanggal 26 Juni, aku nemuin dia secara langsung buat minta maaf. Dia bilang dia udah maafin aku, tapi nggak bisa balikan buat saat ini. Kata dia, kita bisa balikan kalau aku sudah berubah. Ya, berubah jadi dewasa. Karena di matanya, aku masih kaya anak kecil. Dan dia sangat benci dg itu. (+_+)

Well, semenjak dia bilang dia benci dg kekanakanku (Mei), aku udah berusaha buat mengurangi tingkah kekanakanku. Aku bahkan nggak berani ngapa2in rambutku yg dulu aku sering lakuin biar keliatan cute. Aku cuma nggerai rambutku. Biar keliatan kaya mba-mba dewasa gitu. Hmmm... dia emang beda, kalo cowok lain liat kekanakanku mereka bilang suka, imut, cute, ato apalah yg jelas yg positif. Tp dia bilang "jijik". (-__-!)

Tapi aku suka dia.

Dari pagi sampai sore (26 Juni) aku nemenin dia, kita bahkan sempet makan siang bareng. Meski kita kayak lagi makan sendiri-sendiri. Diem, bahkan tanpa obrolan basa-basi. Sorenya aku pulang. Dia bilang, "Hati-hati". Aku seneng dengernya, meski cuma itu, tapi setidaknya dia masih perhatian dg keselamatanku. (^^ )

Tanggal 27 Juni , dia bilang, "I love U". Aku bingung plus seneng. Secepat kilat aku jawab, " I love U, too".
Nah, sekarang pertanyaan besar bersarang di otakku. Kenapa dia mau balikan sama aku dg waktu rentang sesingkat itu?.. Apa di matanya aku sudah berubah jd dewasa?.. Atau ada alasan yang lain?..



Beneran, susah dipercaya, tapi aku suka dg kenyataan ini.
I hope everything's going well...

It's Over

Sabtu, 22 Juni 2013
Yesterday, June 21 2013, my relationship with him is over.
Just like that.

But, until now I'm still loving him.
That's all because of my ego. I hurt him, really deep. 
Sorry for making you sad n hurt.

In the end, I know that I really love you.
But, it's too late.
Nothing gonna be change.
You already leave me.

Good bye.

 

Aku Bingung

Minggu, 16 Juni 2013
Tadi, jam 19.59 WIB, tiba-tiba dia (my boyfriend) kirim gambar ke aku.
Gambarnya ini (nunjuk bawah).



Nah, tuch! Secara nggak langsung dia mau bilang, "Aku ingin cinta yang bertahan (sampai akhir)".

Itu maksudnya apa?
Dia mau serius sama aku... atau...
Dia mau bilang kalau dia pengin cari cewek lain yang menurut dia bisa jadi cewek yang terakhir?...

Sebenernya selama ini, dia bilang dia nggak bisa seriusan sama aku kalau aku masih dg sikap kekanakanku. Sampai sekarang dia masih ngrasa aku ini kekanakan. Padahal menurutku, pikiranku nggak kekanakan. Cuma penampilanku yg emang cocoknya buat anak SMA. Tapi, menurutku juga nggak salah-salah banget kok. Toch buktinya masih cocok dipakein ke tubuhku. (^^)

Back to main topic!
Terus, maksud gambar itu apa???
I don't get your words.



I Want to Know More About You

Dari luar dia keliatan nyeremin, galak, dingin, n penutup.
Trus keliatan sibuk banget sama BB-nya.

Kalau sama temennya, dia lucu, perhatian, n ramah.
Kalau sama orang tua, dia sopan (pake banget) n pake bahasa krama pula,
Kalo masalah adat istiadat, dia jagonya dech. 

Trus, kalau ke aku? Dia... 
Perhatian. 
Terbuka. 
Paling nggak suka dg kekanakanku. Katanya itu menjijikkan. Padahal aku pikir itu cute. (--〆) 
Anti romantis. Tp kadang jd romantis tanpa ia sadari.
Cemburuan. Tipe possesif gitu.
Kalau marah nyeremin. Suer!
Kadang kayak anak kecil yg demen dimanja. ヽ(^。^)ノ 

Lagi, dia... 
nggak suka sendirian.
maniak reptil, apalagi biawak!
anak terakhir dari tiga bersaudara.
lebih bisa masak ketimbang aku.
suka main PES tapi sering kalah. Jarang menang pokoknya. 
kalo lg doyan makan, sehari bisa makan 5 kali. kalo lg nggak nafsu, dia bisa 2 hari nggak makan. 
kecepatan makannya jauh di atasku. 
alergi kacang-kacangan n keju. 
bilangnya anti K-Pop, tp ngoleksi video SNSD.  (-___-)

Aku Akui, Aku yang Salah

Sabtu, 15 Juni 2013


#Deep sigh...

Sewaktu mutusin buat mudik alias pulkam, aku sadar sesadar-sadarku pastinya aku bakalan diceramahin panjang lebar. Ya, gara-gara aku menelantarkan sesuatu yang bener-bener bikin aku 'wareg'. Apalagi kalau bukan si skripsi itu. Tumpukan kertas yang isinya karangan mahasiswa, yang entah isinya beneran fakta atau cuma akal-akalan. Udah rahasia umum kali ye?.... 

Meskipun udah sadar n persiapan, tetep aja nggak enak banget di kuping. Rasanya aku pengin balik ke Jogja saat itu juga. Kalau nggak, pengin cabut kemana aja. Untung aku masih sadar, kalau itu gara-gara aku. Ya, aku akhirnya cuma bisa duduk nunduk, nggak bisa bantah, n trus-trusan bilang, "Iya, ma".

Well, nyokap ceramah dari A sampai Z. Tp anehnya, sampai bawa-bawa temenku. Padahal mereka nggak salah apa-apa. Yang salah kan aku. AKU.

Aku yang ogah-ogahan ngerjain skripsi.
Aku yang males-malesan ngerevisi skripsi.
Aku yang 'mood-mood'an ngerjain skripsi.
Aku yang mau muntah baca buku-buku acuan.
Aku yang nggak ada semangat buat ketemu dosbing.

SEMUA ITU AKU YANG SALAH.

Please God, bantu aku. Sadarkan aku. Muluskan jalanku. Lancarkan skripsiku.

Damn it! I'm going crazy!!!