I'm so sorry, but I love U (part 3)

Jumat, 17 Desember 2010
Esok paginya, SMA SM dihebohkan dengan kedatangan murid baru yang bernama Zuomi. Terang saja, Zuomi adalah namja yang cakep, tinggi, pintar, baik, dan ramah.
“ Baiklah anak-anak sebelum kita melanjutkan pelajaran, saya akan memperkenalkan murid baru. Zuomi silahkan masuk. “ ucap Shin Dong songsaenim yang diikuti dengan masuknya murid baru.
Annyeonghaseyo? Chonun Zuomi-ibnida. “ sapa Zuomi dengan cool-nya.
“ Zuomi, silahkan kamu duduk di kursi yang kosong. “ sambung songsaenim lagi.
Jeongmal gamsahabnida, songsaenim. “ sahut Zuomi dengan ramahnya. Kemudian dia duduk di deretan paling belakang (ke-lima) kolom ke tiga dari pintu.
“ Wah, yang ini baru namanya pangeran. Nggak seperti Si Won, cakep si cakep tapi tingkahnya itu amit-amit. “ gumam Hyo Rin dalam hati. Hyo Rin yang duduk pada deretan ke tiga kolom ke empat terus memandangi Zuomi seperti yeoja-yeoja lainnya. Wajah dan tingkah laku Zuomi telah membius seluruh yeoja di SMA SM, termasuk Hyo Rin. Baru seminggu di SMA SM, Zuomi telah memiliki banyak fans, terutama dari kalangan yeoja. Hal ini tentu sangat dibenci oleh Hae, Hyukkie, dan Ye Sung. “ Eh, bentar…bener juga, kok mereka jadi kalem ya? Kenapa? “ pikir HYo Rin dalam hati. “ Ah, sudahlah. Lagian kalau begini kan sama aja dengan berita bagus, ngapain juga aku mikirin mereka. “ lanjutnya.
Pada saat istirahat, Zuomi harus memerlukan energi ekstra untuk menanggapi reaksi agresif dari para fansnya. Namun walau memang mengganggu, Zuomi tetap berperilaku ramah dan sopan. Nggak heran jika tiap mau weekend, Zuomi mengantongi beberapa hadiah dari para yeoja. Bermacam-macam kado yang dia terima mulai dari cokelat, kue, dasi, baju, sepatu, bahkan parfum import.
“ Aduchh, kapan ya aku berani untuk memberikan ini kepada Zuomi? Jantungku berdetak tak karuan kalau sudah didekatnya. Hufftt… “ ucap Hyo Rin pelan yang tidak ingin di dengar oleh teman sebangkunya, dia menatap pesimis pada kado mungil yang digenggamnnya. Walaupun masih dalam pelajaran, Hyo Rin sesekali melihat ke arah Zuomi.
“ Tet..tet..tet.. “ bunyi bel pulang sekolah terdengar lirih ditelinga Hyo Rin. Dengan malas dia memasukkan buku ke dalam tasnya, dipandangi kerumunan yeoja yang tak jauh dari tempat duduknya, hufftt…dia menghela nafas, “ Hmmm..seperti biasa. Setiap hari Jumat pasti mereka berebut memberikan kado kepada pangeranku. Tapi, kapan aku berani melakukan hal yang sama seperti mereka? “ celoteh Hyo Rin dalam hati. Dengan langkah yang hati-hati Hyo Rin keluar dari ruang yang penuh sesak. Tapi, tanpa sepengetahuan Hyo Rin, Zuomi melihat tingkah lesunya itu.
Dalam perjalanan pulang, Hyo Rin tak henti-hentinya berkhayal bisa menjadi yeoja chingu Zuomi. Tapi untuk kali ini lamunan itu harus dihentikan untuk berapa waktu, karena HPnya berdering keras.
Oh baby say goodbye
Oh jamsiman goodbye
Annyeongiran mareun jamsi jeobeodulke…..
” HP Hyo Rin berdering, Nampak pada layar ponselnya bertulis, “ One new massege from 08707xxxx “
“ Nomor baru? “ tanpa bertanya panjang lebar lagi Hyo Rin langsung membuka isi sms tersebut. “ Annyeong, eotteohge jinaess-eoyo? This is my number, Son Ye Jin. Well, apakah Si Won-ah baik-baik saja? “
“ Glek “ Hyo Rin menelan ludahnya. “ Si Won? Oh iya, aku kan disuruh jadi teman dia. Tapi… sepertinya dia nggak kelihatan di sekolah seminggu lebih? Ada apa ya? “ pikir Hyo Rin yang untuk pertama kali memikirkan keadaan Si Won. “ Annyeong, mianhae eonnie. Si Won nggak kelihatan di sekolah lebih dari seminggu, tapi aku nggak tahu kenapa. Mian eonnie. “ balas Hyo Rin.
Gwaenchanh-ayo. Sekarang kamu baiknya ke rumahnya, di jalan Seoul no 1. Gomawo Hyo Rin. Hwaiting! “ balas Ye Jin dari negeri ujung sebrang sana. “ Hmmm..sudah kuduga akan menjadi seperti ini. “ ucapnya sambil memandangi foto masa kecilnya bersama Si Won.
Mo…mwo? “ ucap Hyo Rin yang sedikit berteriak dengan kedua bola mata melotot ke arah ponsel yang digenggamnya. “ Aishhh..kenapa aku harus ke sana? Aduchh..kenapa si akhirnya jadi gini? Apa aku akan selamat mengunjungi rumah si setan itu? Apalagi kalau ditambah ketemu Dong Hae, Hyukkie, dan Ye Sung? “ pikirnya lagi sambil membayangkan hal yang enggak-enggak. “ Ani! Ani! “ ucap Hyo Rin sambil menggeleng-gelangkan kepala yang berusaha membangungkan dirinya dari lamunan mengerikan itu.
Hmmmmm…huffttt… Hyo Rin untuk beberapa kali menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan. “ Kamu sudah berjanji Lee Hyo Rin. Jadi, kamu harus melakukannya! Anggap saja ini sebagai balas budi. “ ucap Hyo Rin pada diri sendiri. Akhirnya setelah meyakinkan diri sendiri dan mengumpulkan sisa-sisa tenaga, Hyo Rin memutar arah dan pergi menuju halte bus.
   
Kemudian Hyo Rin naik bus, dia duduk di deretan ke-tiga dari belakang. Sepanjang jalan yang dia lakukan hanya menatap ke luar kaca jendela bus. Dilihatnya orang-orang berjalan sepanjang trotoar, taman, dan ya..untuk seketika Hyo Rin menajamkan penglihantannya, “ A..ani… Itu Choi Si Won. Stop..stop…stop!!! “ setelah bus berhenti mendadak akibat ulah Hyo Rin, dia langsung keluar dari bus dan berlari ke arah taman kota.
Diperhatikannya baik-baik seorang namja tinggi dan putih yang menggenakan jaket kulit warna hitam dan jeans biru. “ Tidak salah lagi, itu adalah Choi Si Won! “ katanya pasti. Tanpa ba bi bu lagi, Hyo Rin berlari ke arah namja itu.
“ Ya, Choi Si Won! Apa yang kamu lakukan dengan adik kecil itu? “ teriak Hyo Rin ketika melihat Si Won sedang memarahi anak kecil yang di depannya. Si Won menatap tajam ke arah sumber bunyi. Hyo Rin berjalan mendekat ke arah anak kecil yang sedang dimarahi Si Won. Dia mengelus kepala anak kecil itu, “ Ade kecil, maafin temen kakak ya? Ade pulang ke rumah, sekarang kan sudah sore. “ ucap Hyo Rin dengan lembutnya.
“ Ye, noona. “ jawab anak kecil itu dan dia langsung berlari keluar dari taman. Hyo Rin membalikkan badan dan menghadap ke arah Si Won.
“ Nggak malu apa melawan anak kecil? Apa kamu nggak pernah diajarin sama ibumu buat menjaga yang lemah dan menghormati yang tua? “ ucap Hyo Rin panjang lebar.
“ Kau tahu apa tentang ibuku hah? Aku bukannya kamu yang suka bermanja-manja dengan eomeoni! “ bentak Si Won dan langsung meninggalkan Hyo Rin.
Wae? Kenapa dia yang marah? Kan dia yang salah. Dasar orang aneh!! “ ucap Hyo Rin ketus, “ Ani…kenapa aku malah bertengkar dengan dia, aduchh.. Ye Jin eonnie tugasmu ini benar-benar susah. T.T “ Hyo Rin berusaha membuang semua amarahnya terhadap Si Won, lalu dia mengejar Si Won yang saat ini sudah berada di seberang jalan.
“ Ya! Choi Si Won, tunggu!!! “ teriak Hyo Rin dari seberang jalan. Mendengar teriakan yeoja itu, Si Won menghentikan langkahnya dan membalikkan badan, dilihatnya yeoja itu sedang berlari ke arahnya.
Setelah berlari cepat akhirnya Hyo Rin berhasil mengejar Si Won, “ Hosh..hosh…hosh… “ bunyi nafas tak teratur Hyo Rin terdengar cukup keras. Hyo Rin masih berdiri membungkuk sambil berusaha mengatur nafasnya.
Mwo? “ tanya Si Won kaku. Hyo Rin menengadahkan kepala dan melihat wajah dingin Si Won. Kemudian Hyo Rin berdiri tegak, “ E… kamu, kenapa seminggu ini nggak masuk sekolah? “ tanyanya langsung to the point.
Si Won mengernyitkan dahi, “ Urusi masalahmu sendiri! “ jawab Si Won masih dingin dan kembali meninggalkan Hyo Rin.
Mwo? Apa dia bilang? Aishhh..kenapa aku jadi orang bodoh seperti ini? Tapi, arghh.. ini semua demi membalas kebaikan eonnie. “ pikir Hyo Rin dan seketika itu juga dia kembali mengejar Si Won. Si Won yang menyadari kalau dia dibuntuti oleh Hyo Rin langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan badan.
“ Wae? “ tanyanya masih tetap dingin. Hyo Rin yang masih bingung mau bilang apa masih berdiri terpaku di hadapan Si Won. “ Lupakan! “ Si Won kembali berjalan.
“ Tunggu! “ ucap Hyo Rin yang lagi-lagi membuat Si Won berhenti. Secepat kilat Hyo Rin menyusul Si Won.
“ Aku tidak punya banyak waktu. “ sahut Si Won setelah melihat yeoja itu kembali berdiri dihadapannya.
“ Hmmm..” Hyo Rin nampak berpikir, “ Mungkin ini terdengar aneh. Tapi… Ye Jin eonnie menyuruhku untuk menjadi temanmu. Ya, karena terlanjur berjanji dan sebagai balas budi makanya aku mau. Tapi… “ belum sempat Hyo Rin merampungkan penjelasannya, Si Won langsung memotong, “ Siapa namamu? “
“ Eh…? Hyo Rin-ibnida. “ jawab Hyo Rin dengan manisnya.
“ Jadi yeoja ini yang dimaksud noona, hmmm…baiklah lumayan sebagai hiburan. “ gumam Si Won dalam hati. “ Baiklah mulai saat ini kamu jadi anak buahku. “
Mwo? Anak buah? “ protes Hyo Rin.
Wae? “ tanya Si Won sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Hyo Rin. “ Nggak suka? “
“ Aniyo..tapi lebih enak kalau disebut te-man.. “ jawab Hyo Rin sedikit takut. Si Won tidak menanggapi pernyataan Hyo Rin barusan, dia hanya kembali berjalan. “ Eh…e Choi Si Won! “ panggil Hyo Rin untuk kesekian kalinya. Si Won menoleh dan hanya menyuruh Hyo Rin untuk segera mendekat ke arahnya.
Di jalan, melintaslah mobil mewah yang dinaiki Zuomi. Sekilas dia melihat Si Won dan Hyo Rin yang berjalan bersama-sama. Melihat Si Won, Zuomi hanya tersenyum kecil.

I'm so sorry, but I love U (part 2)

“ Heh! Kalian mau apa? Hebat ya? Dengan seorang yeoja saja main keroyokan kayak gini? Dasar pengecut! “ ucap yeoja lain dari depan pintu kelas. Ucapannya ini membuat seluruh penghuni kelas menoleh ke arahnya.
“ Noona? “ ucap Si Won yang mengagetkan semua orang. Si Won langsung berlari dan mendekat ke arah yeoja lain. Aksi Si Won kali ini benar-benar berbeda 180⁰ dari yang biasa dia tunjukkan dengan keangkuhan dan keberandalannya. Si Won terlihat sangat akrab dengan noona, dia berubah menjadi namja yang polos, senyumnya seperti anak kecil. Hae, Hyukie serta Yesung juga dibuat terperangah olehnya. Tak terkecuali yeoja yang sedang ketakutan.
“ Siapa eonnie itu? Kenapa Si Won langsung berubah menjadi seperti itu? Kemana perginya tatapan setannya? “ tanya yeoja dalam hati.
“ Hyung? “ tanya Hae, Hyukie, dan Yesung berbarengan yang juga sama bingungnya dengan yeoja.
“ Mwo? “ Si Won menoleh dan balik tanya ke tiga anak buahnya itu.
“ Pletak!!! “ sebuah jitakan keras mendarat di kepala Si Won.
“ Aduchh.. kenapa si noona? “ tanya Si Won.
“ Minta maaf sana! “ ucap si noona dengan kerasnya. Lalu si noona itu berjalan ke arah yeoja tadi dan melemparkan senyum manisnya. “ Annyeonghaseyo? Gwaenchanh-euseyo? Are you OK? “
“ Ye, aku baik-baik saja kok. “ jawab yeoja itu sambil tersenyum simpul.
“ Baguslah kalau begitu. Well, my name is Son Ye Jin. Nice to meet you, sweet girl? “ sambung Ye Jin dengan gaya English-nya itu.
“ My name is Lee Hyo Rin. Nice to meet you, too. “ sahut yeoja yang bernama Hyo Rin ini.
“ Ya! Kenapa masih berdiri di situ dongsaeng? Minta maaf pada Hyo Rin! “ Ye Jin menatap tajam ke arah Si Won dan Si Won pun langsung melakukan apa yang dikatakan noonanya itu. Hae, Hyukie, dan Ye Sung pun ikut-ikutan minta maaf kepada Hyo Rin karena takut dengan tatapan tajam si noona yang lebih menakutkan ketimbang tatapan setan Si Won selama ini.
Setelah itu Ye Jin mengantar Hyo Rin pulang ke kost dengan menaiki mobil mewah BMW miliknya. “ Ya, Hyo Rin? Menurutmu Si Won itu seperti apa? “ tanya Ye Jin sambil menyetir.
“ Eh? E..Si Won itu sebenarnya… dikenal pembuat onar. “
“ Nggak berubah juga tu anak! “
“ Tapi..”
“ Tapi apa? “
“ Sepertinya rumor itu nggak sepenuhnya benar. Soalnya, entah kenapa aku melihat dimatanya itu ada kerinduan yang sangat mendalam. “ ucapan Hyo Rin kali ini membuat Ye Jin sedikit tersenyum.
“ You’re right, girl. Sebenarnya Si Won itu anak yang baik. Yang dia perlukan adalah kasih sayang yang banyak. “
“ Mwo? “ tanya Hyo Rin pelan yang bingung dengan ucapan Ye Jin.
“ Hmmm…apa kamu mau membantuku? “ nampaknya Ye Jin tidak menjawab pertanyaan dari Hyo Rin. “ Jadilah teman Si Won. “ ucapnya yang cukup mengagetkan Hyo Rin.
“ Mwo? “
“ Ya, kita sudah sampai. Sudah malam, cepat masuk. Ingat ya? Kau harus membantuku. “ Lalu Hyo Rin keluar dari mobil dan masuk ke dalam kost. “ Hmmm… sepertinya dia sudah datang, aku harus cepat-cepat. “ ucap Ye Jin dalam hati sambil memutar balik mobilnya.
“ Eonnie itu aneh, kenapa tiba-tiba menyuruhku jadi teman Si Won. Apa aku akan baik-baik saja bergaul dengan orang macam dia? “ gumam Hyo Rin sambil terus melangkah menuju kamar kostnya yang berada di lantai dua. “ Hufffttt.. “ Hyo Rin menghela nafas.
   
Di ruang induk keluarga Choi, Si Won sedang duduk sambil memandangi Ye Jin yang sedang berjalan ke arahnya, “ Noona, kenapa baru pulang sekarang? Apa saking betahnya tinggal di London jadi malas pulang ke Seoul dan melupakan aku? “ tanya Si Won langsung.
“ Ani, namdongsaeng? Aku hanya terlalu sibuk dengan pekerjaanku. “ jawab Ye Jin yang kemudian duduk di depan Si Won.
“ Trus, ada apa? “ tanya Si Won lagi.
“ Aku dengar Zoumi pindah ke SMA SM. “
“ Mwo? Apa ini ulah abeoji? Sebenarnya tua bangka itu mau apa? “ sahut Si Won dengan nada yang benar-benar kesal.
“ Ani, Si Won. Bagaimanapun juga beliau adalah abeoji-mu, tidak baik kau panggil abeoji-mu dengan sebutan itu. “ ucapan Ye Jin ini hanya dibalas senyum sinis Si Won. “ Baiklah, urusanku di sini sudah selesai. Besok aku harus balik lagi ke Inggris. “
“ Mwo? Secepat itukah? “
“ Ye, namdongsaeng. Tenang saja, Hyo Rin pasti akan bisa menghiburmu. “ tanpa menunggu balasan dari Si Won, Ye Jin berjalan ke luar dan meninggalkan kediaman keluarga Choi.
“ Museun mal-eulhaneungeoya? (Apa yang dia katakan barusan?) “ tanya Si Won yang nggak paham sama sekali dengan apa yang dikatakan noona-nya barusan.
   

I'm so sorry, but I love U

Selasa, 07 Desember 2010
Title : I'm so sorry, but I love U
Genre : Romance, family
Cast : artis SM
Main cast : Choi Si Won as him self
(?) as Lee Hyo Rin
Zuomi as him self
Cameo : Big Bang, Jung Yong Hwa (C.N.BLUE)

Part 1

“ Hmmmm..kenapa ya kok di sekolahku nggak ada cowok cakep yang baik hati? “ gumam seorang yeoja. Yeoja ini sedang melamun menghadap ke arah jendela kaca hingga menembus ke luar dan melihat awan-awan putih dengan bentuk tak beraturan di hamparan langit biru. Dalam lamunanya yeoja ini bertemu dengan pangeran berkuda putih yang ditakdirkan hidup bersama dengannya. Namun lamunannya itu bukan pada waktu yang pas, alhasil dia terkena lemparan spidol dari songsaenim. “ Awww…” teriak yeoja itu saking kagetnya.
“ Hahahahaha… “ tawa keras siswa lain menggema di ruang kelas 3-1 ini.
“ Tenang anak-anak. Kita lanjutkan pelajaran. “ ucap songsaenim untuk menenangkan suasana kelas yang sudah mirip pasar minggu.
“ Tet..tet…tet..” bunyi bel berakhirnya sekolah untuk hari ini terdengar nyaring di seluruh pelosok SMA SM. Semua anak langsung pergi meninggalkan kelas tapi yeoja yang tadi terkena lemparan spidol masih betah melamun sambil tetap memandang keluar jendela. “ Wah…indah banget langit sore? Kapan ya aku bisa melihat indahnya langit senja dengan namja chingu-ku? “ tapi lamunan indahnya terusik oleh suara gaduh di luar kelas. Karena penasaran dengan suara ribut tersebut, yeoja ini berjalan mendekat sumber bunyi.
“Jeongmal joesonghabnida, ampun…ampun. Kumohon biarkan aku pulang. Aku tidak bermaksud untuk menertawakanmu tadi. Sungguh! “ ucap seorang namja memelas dengan ketakutannya. Namja ini duduk berlutut di hadapan beberapa namja lain. Yeoja yang berada di dalam kelas hanya bisa mengintip dari balik pintu, tanpa bisa berbuat apa-apa. Terang saja, namja-namja yang sangar tersebut adalah preman sekolah. Sebenarnya aksi mereka bukan kejadian baru lagi, mereka terkenal sebagai pembuat onar sekolah. Namun sayang, pihak sekolah tidak bisa menanggapi aksi semena-mena mereka. Karena sang ketua preman sekolah merupakan putra pemilik sekolah ini.
Yeoja ini berusaha untuk melihat kejadian pengeroyokan lebih jelas. Dibukanya pintu kelas pelan-pelan agar keberadaan dirinya tidak diketahui mereka. Kemudian diarahkan pandangan tajamnya ke arah tiga namja yang sedang mencaci-maki namja yang sedang berlutut memohon ampun di hadapan mereka. Sedangkan seorang namja lain cuma berdiri dengan santainya bersandar pada dinding kelas sambil merokok.
“ Mereka lagi. Aku heran kenapa dari sekian banyak namja di sekolah ini nggak ada satupun yang berani melawan dia? Padahal anak orang kaya di sinikan bukan cuma si ketua setan itu? “ celoteh yeoja ini dalam hati. “ Seandainya ada seorang pangeran yang selalu menegakkan keadilan. Pasti sekolah ini akan damai, nggak kaya gini. Tiap seminggu sekali pasti ada saja kabar tentang murid yang izin nggak masuk sekolah karena harus di rawat di rumah sakit, atau paling parah langsung pindah ke sekolah lain. “
” Oh baby say goodbye
Oh jamsiman goodbye
Annyeongiran mareun jamsi jeobeodulke…..” tiba-tiba HP yeoja yang sedang mengintip, berdering keras. Spontan yeoja tersebut langsung panik dan berlari ke arah tasnya untuk menghentikan suara keras yang nantinya akan sangat merepotkan. Sesuai dugaan, seorang namja membuka pintu kelas 3-1 dengan keras.
“ Brakk!! Hah… “ teriak seorang namja. “ Ternyata seorang yeoja. “ namja ini kemudian berjalan dengan senyum sinisnya menghampiri yeoja yang dari tadi masih terpaku karena takut dan bingung, apa yang seharusnya dia katakan atau dia lakukan. Sementara itu tiga namja lain ikut memasuki ruang kelas dengan seorang namja menenteng namja yang tadi di caci-maki habis-habisan. Melihat 5 namja datang mendekat, yeoja ini berjalan mundur dengan pelan, berharap bisa menjauhi namja yang sedang berjalan cepat ke arahnya. Namun, usahanya sia-sia karena bagaimanapun juga namja itu sekarang berada persis dihadapannya. Yeoja ini kelihatan sangat takut, matanya mulai merah dan berkaca-kaca.
“ Mwo? “ tanya namja itu dengan tidak ada lembutnya sama sekali. Yeoja ini langsung menunduk dan tidak menjawab pertanyaannya. “ Ya!! Apa kau tuli? “ tanya namja lain lebih keras. “ Cih…jangan karena kau seorang yeoja makanya kami akan berbeda memperlakukanmu. “ ucap namja yang satunya dan kemudian dia malah mendekatkan wajahnya ke arah wajah pucat yeoja. Namja yang tadi menenteng korban (namja yang dikeroyok) melempar namja ini hingga membentur kursi dan meja. Tanpa pikir panjang yeoja berlari ke arah namja yang jatuh itu dan berusaha menolongnya.
“ Wah..wah.. mau jadi wonder women rupanya? “ ucap seorang namja yang diketahui bernama Dong Hae.
“ Plok..plok..plok.. Aku terharu. “ sambung namja lain yang ikut-ikutan meledek nggak lucu sama sekali. Namja ini bernama Ye Sung.
“ Oh romeo..ini Juliet..” lanjut Eun Hyuk sambil ketawa sinisnya.
Hae, Yesung, dan Hyukie adalah anak buah Choi Si Won, si ketua setan. Julukan ini diberikan warga SMA SM karena polah mereka yang menyerupai setan, nggak berbelas kasihan sama sekali. Sementara ketiga anak buahnya sibuk mengumpat, sang ketua, Si Won tetap diam duduk di meja guru sambil sesekali menghisap asap rokok.
“ Cih…maunya apa si mereka? “ gumam yeoja lirih.
“ Mwo? Kalau bicara yang keras manis? “ ledek Hyukie sambil mendekat berjalan ke arah yeoja dan memegang dagu yeoja tersebut. Yeoja ini membuang wajahnya, Hyukie tersenyum kecut dan kemudian berjalan ke tempat Hae. Melihat mereka yang sudah mulai lengah, yeoja dan namja tadi berniat melarikan diri. Tapi, aksi mereka berhasil digagalkan Ye Sung.
“ Dakkk!! “ lagi-lagi si korban didorong keras oleh Yesung dan terjatuh ke lantai. “ Mau kabur ya? “ ucap Yesung sinis.
“ Mwo? Sebenarnya apa salah kami hah? “ teriak yeoja sambil mengumpulkan semua kekuatannya.
“ Kau tahu, kau adalah yeoja pertama yang berani bertanya seperti itu kepada kami? Apa kamu tidak tahu siapa kami? “ balas Yesung.
“ Sepertinya yeoja ini perlu kita kasih pelajaran. “ sahut Hae. “ Ya! Ryeowook kau cepat pergi, sebelum kami berubah pikiran.”
Tanpa menghiraukan sang yeoja yang sedang berdiri di hadapannya, Ryeowook malah lari begitu saja sehingga yeoja yang tadi menolongnya ditinggal sendirian. Parahnya harus menghadapi empat namja yang paling ditakuti di sekolah.
   